Perubahan Gaya Hidup untuk Pencegahan Serangan Jantung
Kedengarannya sederhana bukan? Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia yang dapat menyerang siapapun, kapanpun dan di manapun kamu berada.
Salah satu kontributor terbesar adalah kurangnya komitmen untuk melakukan gaya hidup sehat. Gaya hidup kamu bukan hanya sebagai pertahanan terbaik terhadap penyakit jantung dan stroke, tetapi juga menjadi tanggung jawab kamu.
Namun tidak perlu khawatir, melalui artikel ini kami akan memberikan tips bagaimana untuk memulai dan membiasakan gaya hidup sehat untuk kamu agar jantungmu tetap fit dan siap melakukan aktivitas setiap saat.
Pencegahan Serangan Jantung
Berhenti Merokok
Sumber: mercyhealthsystem.org
Jika kamu merokok, berhentilah. Jika seseorang di rumah kamu merokok, dorong mereka untuk berhenti. Kami tahu ini berat. Tetapi lebih sulit untuk pulih dari serangan jantung dan stroke atau hidup dengan penyakit jantung kronis. Lakukan komitmen untuk berhenti.
Pilih Nutrisi Yang Baik
Sumber: humeretirementresort.com.au
Diet sehat adalah salah satu senjata terbaik yang kamu miliki untuk melawan penyakit kardiovaskular. Makanan yang kamu makan (dan jumlahnya) dapat mempengaruhi faktor risiko lain yang bisa kamu kontrol lewa: kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan kelebihan berat badan.
Pilih makanan kaya nutrisi yang memiliki vitamin, mineral, serat, dan nutrisi tetapi lebih rendah kalori daripada makanan yang miskin nutrisi.
Pilih diet yang menekankan asupan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, termasuk produk susu kambing, unggas, ikan, kacang-kacangan, minyak nabati non tropis, dan kacang-kacangan serta membatasi asupan permen, minuman manis, dan daging merah.
Untuk menjaga berat badan yang sehat, sesuaikan diet dengan tingkat aktivitas fisik kamu sehingga kalori yang diperlukan sesuai dengan yang kamu konsumsi.
Kolesterol Dalam Darah
Sumber: magazine.revital.co.uk
Lemak yang bersarang di arteri kamu adalah bencana yang siap menjadi bom kapan saja. Cepat atau lambat bisa memicu serangan jantung atau stroke.
Kurangi asupan lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol. Jika diet dan aktivitas fisik saja tidak menurunkan angka-angka itu, maka obat-obatan mungkin menjadi kuncinya. Ambillah resep seperti yang diperintahkan dokter. Berikut ini adalah angka aman untuk setiap kolesterol dalam tubuh:
- Kolesterol
Total kolesterol dihitung menggunakan persamaan berikut: HDL + LDL + 20 % dari tingkat trigliserida kamu. - Kolesterol Low-Density-Lipoprotein (LDL) = kolesterol "jahat"
Kadar kolesterol LDL yang rendah dianggap baik untuk kesehatan jantung kamu. Tetapi, tingkat LDL tidak lagi menjadi faktor utama dalam acuan pengobatan untuk mencegah serangan jantung dan stroke, menurut pedoman terbaru dari American Heart Association.
Untuk pasien yang memakai statin, mereka tidak perlu lagi menurunkan kadar kolesterol LDL ke jumlah target tertentu. Faktor gaya hidup seperti diet tinggi lemak jenuh dan translemak dapat meningkatkan kolesterol LDL. - Kolesterol High-Density-Lipoprotein (HDL) = kolesterol "baik"
Semakin tinggi kolesterol HDL maka lebih baik. Kolesterol HDL rendah menempatkanmu pada risiko lebih tinggi untuk penyakit jantung. Orang dengan kadar trigliserida tinggi dalam darah biasanya juga memiliki kolesterol HDL yang lebih rendah. Faktor genetik, diabetes tipe 2, perokok, kelebihan berat badan, dan tidak banyak bergerak dapat menurunkan kolesterol HDL. - Trigliserida
Trigliserida adalah jenis lemak yang paling umum dalam tubuh. Kadar trigliserida normal bervariasi menurut usia dan jenis kelamin. Tingkat trigliserida tinggi dikombinasikan dengan kolesterol HDL rendah atau kolesterol LDL tinggi dikaitkan dengan aterosklerosis, penumpukan timbunan lemak di dinding arteri yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Hindari Tekanan Darah Tinggi
Sumber: health.harvard.edu
Ini merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke. Pemulihan stroke termasuk sulit dan dapat menyebabkan kamu cacat seumur hidup.
Buang kebiasaan konsumsi garam berlebih, lakukan pola hidup sehat dan mulailah bergerak. Angka-angka itu harus turun dan tetap di bawah ambang maksimal. Seperti diketahui tekanan darah yang optimal adalah kurang dari 120/80 mmHg.
Lakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
Sumber: sites.marjon.ac.uk
Menurut penelitian dengan melakukan aktifitas fisik setiap hari setidaknya 150 menit per minggu dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol dan menjaga berat badan kamu pada tingkat yang ideal.
Mulailah dengan perlahan. Studi menunjukkan bahwa orang-orang yang telah mencapai tingkat kebugaran sedang, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal lebih awal daripada mereka yang tingkat kebugarannya rendah.
Hindari Diabetes
Sumber: endocrinologyadvisor.com
Sedikitnya 68% orang berusia >65 tahun dengan Diabetes Melitus meninggal, 16% meninggal karena stroke.
Faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan peluang seseorang dengan penyakit diabetes menjadi penyakit kardiovaskular.
Kurangi Stres
Sumber: bhg.com.au
Beberapa penelitian telah mencatat hubungan antara risiko penyakit jantung koroner dan stres dalam kehidupan seseorang yang dapat mempengaruhi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.
Misalnya, orang yang sedang stres mungkin makan berlebihan, mulai merokok, atau merokok lebih banyak daripada yang seharusnya.
Comments
Post a Comment